Cara kerja

Foto makanannya. Lihat apa yang perlu disiapkan berikutnya.

Satu kebiasaan: foto piring anak, lalu lihat apa yang masih kurang hari ini.

1. AI vision membaca isi piring

AI vision melihat fotonya, menandai makanan apa saja yang terlihat, lalu mengestimasi berat masing-masing dalam gram.

2. AI mengestimasi kelompok pangan dan porsi

Untuk tiap bahan, AI menentukan kelompok pangannya dan menghitung jadi berapa porsi sebelum dibandingkan dengan PGS / AKG Indonesia.

3. FoodData Central memberi angka zat gizi

AI membantu mencocokkan tiap bahan ke catatan komposisi pangan USDA FoodData Central. Nilai zat gizi berasal dari catatan itu dan diskalakan berdasarkan gram.

4. Target harian memakai PGS / AKG Indonesia

Setiap makanan dibandingkan dengan target Pedoman Gizi Seimbang dan Angka Kecukupan Gizi Indonesia sesuai usia dan jenis kelamin anak.

5. Bagian laporannya hitungan biasa

Setelah bahan, porsi, dan kecocokan data komposisi pangan siap, sisanya hanya hitungan biasa. Kami jumlahkan porsi dan zat gizinya, bandingkan dengan target harian, lalu ditampilkan sebagai progres.

Satu standar gizi

Bahan yang sama menghasilkan gram, porsi, dan zat gizi yang sama untuk semua pengguna. HealthyKid membandingkan hasilnya dengan tabel target Indonesia.

Dari mana angka zat gizi berasal

Untuk zat gizi, AI tidak mengarang angkanya. HealthyKid mencari di USDA FoodData Central , memilih catatan komposisi pangan yang paling cocok, lalu menskalakan catatan itu berdasarkan estimasi gram.

AI dapat membantu menormalkan nama bahan dan memilih kandidat FDC, tetapi nilai zat gizi yang disimpan berasal dari catatan yang dipilih plus hitungan deterministik.

Estimasi, bukan hasil lab: Setiap angka di sini adalah estimasi. AI bisa salah baca bahan, salah mengestimasi porsi, atau mencocokkan ke catatan komposisi pangan yang kurang tepat. Pakai HealthyKid sebagai alat bantu, bukan pengganti saran medis.